Manusia baru untuk zaman yang
akan datang. Pola perubahan akan selalu berjalan. Begitu pun dalam mengelola
bisnis menjelang tibanya milenium ketiga. Salah satu kecenderungan yang menarik
diamati adalah mulai diperhatikan dan perlahan-lahan mulai digunakannya yaitu
kekuatan inner-self yang ada dalam diri manusia. DePorter dan Hernacki dalam
bukunya Quantum Learning (Kaifa, 1999) secara jeli menunjukkan salah satu
kekuatan inner-self yang layak dirawat, ditumbuhkan dan dilejitkan agar manusia
mampu terus menerus meningkatkan performance di segala kehidupan.
Begitulah sedikit hal yang saya
dapatkan setelah membacanya. Saya akan coba menjelaskan lebih tentang
#QuantumLearning.
Quantum learning adalah kombinasi
falsafah dan strategi. Didasarkan pada premis bahwa belajar dapat dan harus
menyenangkan mulai dari lingkungan belajar, sikap mental dan keterampilan.
Karena Sikap positif dan lingkungan yang suportif melahirkan kekuatan diri
untuk membentuk kehidupan bisnis dan pribadi yang lebih efektif, percaya diri,
kreatif dan berhasil.
Jika kita melihat kedalam diri
tentang kekuatan kita untuk menyerap ilmu ternyata kita memiliki Mesin belajar
manusia yang menakjubkan yang sayang untuk dihentikan. Bahkan Spektrum
belajarnya lebih besar daripada sekedar menyerap pelajaran dan keterampilan
akademis. Dengan memahami #QuantumLearning ini diharapkan menjadi manusia yang
kreatif dalam berpikir dan berani dalam bertindak.
BELAJAR ATAU MATI. Setelah lulus
sekolah, lulus kuliah apakah kita berhenti belajar? Jelas tidak. Sekali lagi,
Mesin belajar manusia itu menakjubkan, sayang untuk dihentikan. Termasuk
didalamnya ketika kita menghadapi masalah. Karena masalah adalah loncatan yang
sangat bagus untuk belajar dan berkembang. Dengan memahami hal ini diharapkan
seorang pembelajar bisa bergerak dari sadar diri ke percaya diri.
Berkaitan dengan bisnis, dimana
kita akan selalu menjadi pembelajar sejati.
Karena bisnis itu melibatkan keberanian mengambil resiko dan juga meraih
keuntungan. Mari menciptakan situasi menang atau menang.